This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jadikan hidup lebih bermakna.... Penuh semangat dan motivasi.... Wujudkan diri dengan karya dan bukti nyata.............................. Jadilah inspirasi untuk anak negeri....Kebanggaan diri sendiri.... Kebanggaan Keluarga.... Kebanggaan Bangsa dan Negara....
INDRA YUSUF_gcoz.blogspot
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Mei 2011

Baru Aku tahu, Istriku.... ??? (maafkan aku sayang)

HIDUP BERUMAH TANGGA


Sebuah kisah…
Semoga ada pelajaran yang dapat kita petik hikmah didalamnya…

kiriman dari temen, ane share kembali disini..

Berikut kisahnya :

Tujuh tahun usia pernikahanku dengan Maya (maaf namanya ane samarkan) sungguh masa yang sulit. Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Maya lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor. Karena meja makan di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja.

Kemarin, 26 Januari 2011 adalah ulang tahun Maya. Kami bertengkar paginya karena Maya kesiangan membangunkanku. Aku kesal dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan. Malam itu sekitar pukul 7, Maya sudah 3 kali menghubungiku untuk memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja permintaannya tidak kuhiraukan.

Malam itu aku memilih untuk ikut latihan futsal bareng teman-teman sekantor. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Hujan turun sangat deras, sehingga aku memutuskan untuk santai sejenak di cafe sambil melepas penat. Sudah larut malam, tapi hujan masih turun dengan lebatnya. Seperti biasanya, kalau sudah hujan seperti ini, tiap sudut kota pasti banjir. Aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan. Membayangkan pulang dan bertemu dengan Maya membuatku semakin kesal! Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, 1 jam perjalanan kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai di rumah.

Kulihat Maya tertidur di sofa ruang tamu. Sempat aku berhenti di hadapannya dan memandang wajahnya. "Ia sungguh cantik" kataku dalam hati, "Wanita yang menjalin hubungan denganku selama 10 tahun sejak duduk di bangku kuliah yang kini telah kunikahi selama 7 tahun, tetap saja cantik". Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi, aku ingat kalau aku sedang kesal sekali dengannya.

Aku langsung masuk ke kamar. Di meja rias istriku kulihat buku itu, buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku. Bertahun-tahun Maya menulis cerita hidupnya pada buku coklat itu. Sejak sebelum menikah, tak pernah ia ijinkan aku membukanya. Inilah saatnya! Aku tak mempedulikan Maya, kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak.

14 Februari 2000.
Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku, Agung, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar terakhirku.

Hmm… aku tersenyum, Maya yakin sekali kalau aku yang akan menjadi suaminya.

14 Februari 2003,
Agung melamarku di hari jadi kami yang ke-3. Tuhan apa yang harus kulakukan? Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus kuambil.

6 Juni 2004,
Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi Nyonya Agung Aditya Purnama. Terima kasih Tuhan!

18 Juli 2004,
Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu aku agar lebih berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku.

6 Juni 2008,
Tak sengaja kubaca pesan singkat di Hp Agung dari seorang wanita. Tiap kata dan kalimat yang aku baca menunjukkan kalau Agung sangat dekat dengan wanita itu. Tuhan, aku mohon agar Agung tidak pindah ke lain hati.

Jantungku serasa mau berhenti...

25 Oktober 2008,
Aku menemukan surat ucapan terima kasih di kemeja Agung, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita dengan nama Ayu. Siapakah dia Tuhan? Bukakanlah mataku untuk apa yang Kau kehendaki agar aku ketahui…

Jantungku benar-benar mau berhenti. Selama aku dinas di Jogja, aku memang sempat menjalin hubungan dengan seorang wanita yang bernama Ayu. Ayu datang disaat usia pernikahanku dengan Maya telah mencapai 4 tahun. Ayu, yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan pernikahanku dengan Maya karena kejenuhanku. Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Ayu lagi setelah dekat dengannya selama 8 bulan, dan memutuskan untuk tetap setia kepada Maya. Aku sungguh tak menduga kalau Maya mengetahui hubunganku dengan Ayu.

4 Maret 2009,
Aku dihampiri wanita bernama Ayu, Ia menghinaku dan mengatakan Agung telah selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan yang berasal daripadaMu.

Bagaimana mungkin Maya sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun atau menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah menghianatinya. Aku tahu Ayu, dia pasti telah membuat hati Maya sangat terluka dengan kata-kata tajam yang keluar dari mulutnya. Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa yang Maya rasakan saat itu.

23 Maret 2010,
Agung marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama. Seharian aku berada di mall mencari jam idaman Agung, aku ingin membelikan jam itu di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian di hati Agung agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di sore hari lagi kalau Agung belum pulang walaupun aku lelah.

Aku mulai menangis , Maya mencoba membahagiakanku tapi aku malah memarahinya tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu adalah jam kesayanganku yang kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia membelikannya dengan susah payah.

15 Mei 2009,
Agung butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Anneversary Pernikahan kami untuk Agung.

Aku tak dapat lagi menahan tangisanku , Maya tak pernah mengatakan meja itu adalah hadiah Anneversary Pernikahan untukku. Ya, ia memang membelinya di malam Anneversary Penikahanku dengan dia dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga.

Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Maya sungguh diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat. Aku berlari keluar kamar, kukecup kening Maya dan ia terbangun…


"Maafkan aku Sayang, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun…"


Baru aku tau ternyata Maya begitu Mencintaiku..
Baru aku tau ternyata Maya begitu Menyayangiku..
Baru aku tau ternyata Maya begitu Pengertian kepadaku..
Baru aku tau ternyata Maya begitu Sabar kepadaku....
Baru aku tau ternyata Maya adalah ISTRI YANG SETIA..



Aku mencintaimu selamanya sayang...


.

Rabu, 30 Maret 2011

Ayah, Ibu maafkanlah Aku....


Entah sudah berapa kali aku menerima kiriman email berisi kisah berikut ini. Namun setiap kali aku membacanya, air mata ini tak terasa selalu berlinang. Semoga bisa jadi nasehat bagiku, dalam mendidik anakku kelak... serta bagi kita semua

Berikut kisahnya...
Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur.

Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya. Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya. karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya menggunakan kendaraan motor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!" ..
Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan

"Saya tidak tahu..tuan."
"Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?"

hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata

"Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik .kan!"
katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa..

Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa - apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan.

Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa. Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air.

”Bi, sakit...”
(lirih kecil suara Dita)
Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya.

"Oleskan obat saja!"
jawab bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya.

Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah.

"Dita demam, Bu".
jawab pembantunya ringkas.
"Kasih minum panadol aja ,"
jawab si ibu.

Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas.

"Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap"
kata majikannya itu.

Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu.

"Tidak ada pilihan.."
kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut.

"Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah"
kata dokter itu.

Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan.

Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.

"Ayah.. ibu. Dita tidak akan melakukannya lagi..
Dita tak mau lagi ayah pukul..
Dita tak mau jahat lagi..
Dita sayang ayah..
sayang ibu..",

katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.

"Dita juga sayang Mbok Narti.."
katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

"Ayah.. kembalikan tangan Dita..
Untuk apa diambil..
Dita janji tidak akan mengulanginya lagi..!
Bagaimana caranya Dita mau makan nanti..?
Bagaimana Dita mau bermain nanti..?
Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, "
katanya berulang-ulang.

Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur.

Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf. Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi.

Namun..., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..
Sangat patut jadi renungan bukan...!!!
Semoga kita tidak membuat kesalahan yg serupa,
terhadap si buah hati karena emosi dan kemarahan sesaat.
karena begitulah sikecil...
kita yang harus menuntun dan menjaga sebaik - baiknya.


.

MERASA DIRI PALING MERANA

Sebuah kisah kiriman dari seorang teman...
saya share disini..

Semoga jadi inspirasi dan motivasi untuk kita semua. Amiien

Berikut kisahnya...

Saat itu saya tengah berada di kota Jeddah, Saudi Arabia. Terpapar
dihadapan saya sebuah koran berbahasa Arab di lobby hotel. Tergerak saya
melihat berita dan artikel yang tertulis di sana, hingga saya temukan
sebuah tulisan yang amat bermanfaat ini.

Tersebutlah kisah nyata seorang kaya raya berkebangsaan Saudi bernama
Ra'fat. Ia diwawancarai setelah ia berhasil sembuh dari penyakit liver
akut yang ia idap. Pola hidup berlebihan dan mengkonsumsi makanan tak
beraturan membuat Ra'fat mengalami penyakit di atas.

Ra'fat berobat untuk mencari kesembuhan. Banyak dokter dan rumah sakit
ia kunjungi di Saudi Arabia sebagai ikhtiar. Namun meski sudah menyita
banyak waktu, tenaga, pikiran dan biaya, sayangnya penyakit itu tidak
kunjung sembuh juga. Ra'fat mulai mengeluh. Badannya bertambah kurus.

Tak ubahnya seperti seorang pesakitan.

Demi mencari upaya sembuh, maka Ra'fat mengikuti saran dokter untuk
berobat ke sebuah rumah sakit terkenal spesialis liver di Guangzhou,
China. Ia berangkat ke sana ditemani oleh keluarga. Penyakit liver
semakin bertambah parah. Maka saat Ra'fat diperiksa, dokter mengatakan
bahwa harus diambil tindakan operasi segera. Ketika Ra'fat menanyakan
berapa besar kemungkinan berhasilnya. Dokter menyatakan kemungkinannya
adalah fifty-fifty.

"50% kalau operasi berhasil maka Anda akan sembuh, 50% bila tidak
berhasil mungkin nyawa Anda adalah taruhannya!" jelas sang dokter.


Mendapati bahwa boleh jadi ia bakal mati, maka Ra'fat berkata, "Dokter,
kalau operasi ini gagal dan saya bisa mati, maka izinkan saya untuk
kembali ke negara saya untuk berpamitan dengan keluarga, sahabat,
kerabat dan orang yang saya kenal. Saya khawatir bila mati menghadap
Allah Swt namun saya masih punya banyak kesalahan terhadap orang yang
saya kenal." Ra'fat berkata sedemikian sebab ia takut sekali atas dosa
dan kesalahan yang ia perbuat.

Dengan enteng dokter membalas, "Terlalu riskan bagi saya untuk
membiarkan Anda tidak segera mendapatkan penanganan. Penyakit liver ini
sudah begitu akut. Saya tidak berani menjamin keselamatan diri Anda
untuk kembali ke tanah air kecuali dalam 2 hari. Bila Anda lebih dari
itu datang kembali ke sini, mungkin Anda akan mendapati dokter lain yang
akan menangani operasi liver Anda."

Bagi Ra'fat 2 hari itu cukup berarti. Ia pun berjanji akan kembali dalam
tempo itu. Serta-merta ia mencari pesawat jet yang bisa disewa dan ia
pun pergi berangkat menuju tanah airnya.

Kesempatan itu betul-betul digunakan oleh Ra'fat untuk mendatangi semua
orang yang pernah ia kenal. Satu per satu dari keluarga dan kerabat ia
sambangi untuk meminta maaf dan berpamitan. Kepada mereka Ra'fat
berkata, "Maafkan aku, Ra'fat yang kalian kenal ini sungguh banyak
kesalahan dan dosa... Boleh jadi setelah dua hari dari sekarang saya
sudah tidak lagi panjang umur..."

Itulah yang disampaikan Ra'fat kepada orang-orang. Dan setiap dari
mereka menangis sedih atas kabar berita yang mereka dengar dari orang
yang mereka cintai dan kagumi ini.

Ra'fat menyambangi satu per satu dari mereka. Meski dengan tubuh yang
kurus tak berdaya, ia berniat mendatangi mereka untuk meminta doa dan
berpamitan. Dan kondisi itu membuat Ra'fat menjadi sedih. Ia merasa
menjadi manusia yang paling merana. Ia merasa tak berdaya dan tak
berguna. Sering dalam kesedihannya ia membatin, "Ya Allah.... rupanya
keluarga yang mencintai aku.... harta banyak yang aku miliki...

perusahaan besar yang aku punya.... semuanya itu tidak ada yang mampu
membantuku untuk kembali sembuh dari penyakit ini! Semuanya tak ada
guna... semuanya sia-sia!"

Rasa emosi batin itu membuat tubuh Ra'fat bertambah lemah. Ia hanya
mampu perbanyak istighfar memohon ampunan Tuhannya. Memutar tasbih
sambil berdzikir kini menjadi kegiatan utamanya. Ia masih merasa bahwa
dirinya adalah manusia yang paling merana di dunia.

Hingga saat ia sedang berada di mobilnya. duduk di kursi belakang dengan
tangan memutar tasbih seraya berdzikir. Hanya Ra'fat dan supirnya yang
berada di mobil itu. Mereka melaju berkendara menuju sebuah rumah
kerabat dengan tujuan berpamitan dan minta restu. Saat itulah menjadi
moment spesial yang tak akan terlupakan untuk Ra'fat.

Beberapa ratus meter di depan, mata Ra'fat melihat ada seorang wanita
berpakaian abaya (pakaian panjang wanita Arab yang serba berwarna hitam)
tengah berdiri di depan sebuah toko daging. di sisi wanita tadi ada
sebuah karung plastik putih yang biasa menjadi tempat limbah toko
tersebut. Wanita tadi mengangkat dengan tangan kirinya sebilah tulang
sapi dari karung. Sementara tangan kanannya mengumpil dan mencuil
daging-daging sapi yang masih tersisa di pinggiran tulang.

Ra'fat memandang tajam ke arah wanita tersebut dengan pandangan seksama.

Rasa ingin tahu membuncah di hati Ra'fat tentang apa yang sedang
dilakukan wanita itu. Begitu mobilnya melintasi sang wanita, sekilas
Ra'fat memperhatikan. Maka ia pun menepuk pundak sang sopir dan
memintanya untuk menepi.

Saat mobil sudah berhenti, Ra'fat mengamati apa yang dilakukan oleh sang
wanita. Entah apa yang membuat Ra'fat menjadi penasaran.

Keingintahuannya membuncah. Ia turun dari mobil. lemah ia membuka pintu,
dan ia berjalan tertatih-tatih menuju tempat wanita itu berada.

Dalam jarak beberapa hasta Ra'fat mengucapkan salam kepada wanita
tersebut namun salamnya tiada terjawab. Ra'fat pun bertanya kepada
wanita tersebut dengan suara lemah, "Ibu..., apa yang sedang kau lakukan?"

Rupanya wanita ini sudah terlalu sering diacuhkan orang, hingga ia pun
tidak peduli lagi dengan manusia. Meski ada yang bertanya kepadanya,
wanita tadi hanya menjawab tanpa menoleh sedikitpun ke arah si penanya.

Sambil mengumpil daging wanita itu berkata, "Aku memuji Allah Swt yang
telah menuntun langkahku ke tempat ini. Sudah berhari-hari aku dan 3
orang putriku tidak makan. Namun hari ini, Dia Swt membawaku ke tempat
ini sehingga aku dapati daging limbah yang masih bertengger di sisi
tulang sisa. Aku berencana akan membuat kejutan untuk ketiga putriku
malam ini. Insya Allah, aku akan memasakkan sup daging yang lezat buat
mereka...."

Subhanallah. ...! bergetar hebat relung batin Ra'fat saat mendengar
penuturan kisah kemiskinan yang ada di hadapannya. Tidak pernah ia
menyangka ada manusia yang melarat seperti ini. Maka serta-merta Ra'fat
melangkah ke arah toko daging. Ia panggil salah seorang petugasnya. Lalu
ia berkata kepada petugas toko, "Pak..., tolong siapkan untuk ibu itu
dan keluarganya 1 kg daging dalam seminggu dan aku akan membayarnya
selama setahun!"

Kalimat yang meluncur dari mulut Ra'fat membuat wanita tadi menghentikan
kegiatannya. Seolah tak percaya, ia angkat wajah dan menoleh ke arah
Ra'fat. Kini mata wanita itu menatap dalam mata Ra'fat seolah ia
berterima kasih lewat sorot pandang.

Merasa malu ditatap seperti itu, Ra'fat menoleh ke arah petugas toko. Ia
pun berkata, "Pak..., tolong jangan buat 1 kg dalam seminggu, aku rasa
itu tidak cukup. Siapkan 2 kg dalam seminggu dan aku akan membayarnya
untuk setahun penuh!" Serta-merta Ra'fat mengeluarkan beberapa lembar
uang 500-an riyal Saudi lalu ia serahkan kepada petugas tadi.

Usai Ra'fat membayar dan hendak meninggalkan toko daging, maka
terhentilah langkahnya saat ia menatap wanita tadi tengah menengadah ke
langit sambil mengangkat kedua belah tangannya seraya berdoa dengan
penuh kesungguhan:

"Allahumma ya Allah... berikanlah kepada tuan ini keberkahan rezeki.

Limpahkan karunia-Mu yang banyak kepadanya. Jadikan ia manusia mulia di
dunia dan akhirat. Beri ia kenikmatan seperti yang Engkau berikan kepada
para hamba-Mu yang shalihin. Kabulkan setiap hajatnya dan berilah ia
kesehatan lahir dan batin.....dst"

Panjang sekali doa yang dibaca oleh wanita tersebut. Kalimat-kalimat doa
itu terjalin indah naik ke langit menuju Allah Swt. Bergetar arsy Allah
Swt atas doa yang dibacakan sehingga getaran itu terasa di hati Ra'fat.

Ia mulai merasakan ketentraman dan kehangatan. Kedamaian yang belum
pernah ia rasakan sebelumnya. Hampir saja Ra'fat menitikkan air mata
saat mendengar jalinan indah kalimat doa wanita tersebut. Andai saja ia
tidak merasa malu, pastilah buliran air mata hangat sudah membasahi
pipinya. Namun bagi Ra'fat pantang menangis..., apalagi dihadapan
seorang wanita yang belum ia kenal.

Ra'fat lalu memutuskan untuk meninggalkan wanita tersebut. Ia berjalan
tegap dan cepat menuju mobilnya. Dan ia belum juga merasakan keajaiban
itu! Ya, keajaiban yang ditambah saat Ra'fat membuka dan menutup pintu
mobil dengan gagah seperti manusia sehat sediakala!!!

Sungguh doa wanita itu memberi kedamaian pada hati Ra'fat. Sepanjang
jalan di atas kendaraan Ra'fat terus tersenyum membayangkan doa yang
dibacakan oleh sang wanita tadi. Perjalanan menuju rumah seorang kerabat
itu menjadi indah.

Sesampainya di tujuan lalu Ra'fat mengutarakan maksudnya. Ia berpamitan
dan meminta restu. Ia katakan boleh jadi ia tidak lagi berumur panjang
sebab sakit liver akut yang diderita.

Anehnya saat mendengar berita itu dari Ra'fat, sang kerabat berkata,
"Ra'fat..., janganlah engkau bergurau. Kamu terlihat begitu sehat.

Wajahmu ceria. Sedikit pun tidak ada tanda-tanda bahwa engkau sedang
sakit."

Awalnya Ra'fat menganggap bahwa kalimat yang diucapkan kerabat tadi
hanya untuk menghibur dirinya yang sedang sedih. Namun setelah ia
mendatangi saudara dan kerabat yang lain, anehnya semuanya berpendapat
serupa.

Dua hari yang dimaksud pun tiba. Ia didampingi oleh istri dan beberapa
anaknya kembali datang ke China. Hari yang dimaksud untuk menjalani
operasi sudah disiapkan. Sebelum masuk ruang tindakan, beberapa
pemeriksaan pun dilakukan. Setelah hasil pemeriksaan itu dipelajari maka
ketua tim dokter pun bertanya keheranan kepada Ra'fat dan keluarga:

"Aneh....! dua hari yang lalu kami dapati liver tuan Ra'fat rusak parah
dan harus dilakukan tindakan operasi. Tapi setelah kami teliti, mengapa
liver ini menjadi sempurna lagi?!"

Kalimat dokter itu membuat Ra'fat dan keluarga menjadi bahagia.

Berulangkali terdengar kalimat takbir dan tahmid di ruangan meluncur
dari mulut mereka. Mereka memuji Allah Subhanahu wata'ala yang telah
menyembuhkan Ra'fat dari penyakit dengan begitu cepat. Siapa yang
percaya bahwa Allah yang memberi penyakit, maka ia pun akan yakin bahwa
hanya Dia Subhanahu wata'ala yang mampu menyembuhkan. Jangan bersedih
dan merasa hidup merana. Sadari bahwa dalam kegetiran ada hikmah bak
mutiara!


.

Rabu, 30 Juni 2010

TEKA - TEKI

Jika anda ada satu ilmu dan saya ada satu ilmu, kemudian kita tukar ilmu tersebut, anda ada dua ilmu dan saya ada dua ilmu...
Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya (Teka Teki ) :

Imam Ghazali = Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?
Murid 1 = Orang tua
Murid 2 = Guru
Murid 3 = Teman
Murid 4 = Kaum kerabat
Imam Ghazali = Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran :185).

Imam Ghazali = Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?
Murid 1 = Negeri Cina
Murid 2 = Bulan
Murid 3 = Matahari
Murid 4 = Bintang-bintang
Iman Ghazali = Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Iman Ghazali = Apa yang paling besar didunia ini ?
Murid 1 = Gunung
Murid 2 = Matahari
Murid 3 = Bumi
Imam Ghazali = Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A'raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.

Imam Ghazali Apa yang paling berat didunia?
Murid 1 = Baja
Murid 2 = Besi
Murid 3 = Gajah
Imam Ghazali = Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH, (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.

Imam Ghazali = Apa yang paling ringan di dunia ini ?
Murid 1 = Kapas
Murid 2 = Angin
Murid 3 = Debu
Murid 4 = Daun-daun
Imam Ghazali = Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat

Imam Ghazali = Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?
Murid- Murid dengan serentak menjawab = Pedang
Imam Ghazali = Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri

INDRA YUSUF_gcoz.blogspot

B.Inggris

Join yuuu...

BISNIS ONLINE

Bisnis 100% Tanpa Modal

idebagus

Web hosting dan domain gratis untuk website di IdeBagus

BISNIS GRATIS